Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026
  Benda pusaka berupa tatah, di Jepara dikembangkan dengan jumlah 30 tatah terdiri dari 10 bilah tatah penyilat dan 20 bilah tata penguku. Sedangkan untuk tambahan antara lain, 4 bilah tatah coret, 7 bilah tatah coret bengkok. 10 bilah tatah kol, 2 bilah tatah kol bengkok. 7 bilah tatah propil, 6 bilah tatah penyilat bengkok, 4 bilah tatah pengot dan 5 buah tatah buluk. Masing-masing tatah atau pisau pahat mempunyai fungsi yang berbeda-beda, sehingga menghasilkan seni ukir yang bernilai tinggi.

Sungging prabangkara

Di masa Kerajaan Majapahit, saat Sang Raja Brawijaya berkuasa, ada kisah seorang pelukis dan ahli pahat yang sangat terkenal. Ia bernama Sungging Prabangkara. Banyak karya dan lukisan yang telah dihasilkan oleh Sungging Prabangkara. Sungging Prabangkara dikisahkan sebagai seorang abdi dalem Kerajaan Majapahit yang mempunyai keahlian khusus di bidang seni. Begitu terkenalnya Sungging Prabangkara, sampai dia pun ditugaskan melukis dan memahat di Kerajaan Cina. Sebagai delegasi Majapahit, tentu saja Sungging Prabangkara mengambil kesempatan tersebut. Sebagai seniman lukis, Sungging Prabangkara juga pernah diutus untuk mendatangi Kerajaan Galuh Padjajaran untuk melukis kecantikan Putri Dyah Ayu Pitaloka. Karena kecantikan dan kemiripan lukisan dengan sosok sang putri, akhirnya Raja Majapahit ingin mempersunting Putri Dyah Ayu Pitaloka Sungging Prabangkara dikisahkan belajar mengukir di Cina, namun dia memiliki keahlian dasar sebagai pelukis. Kisah Sungging Prabangkara ini diceritakan oleh ...